Tampilkan postingan dengan label domestic investor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label domestic investor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Memulai Investasi Sekarang

Ketika awal Penulis mulai berinvestasi di pasar saham di 2008, saat itu usia Penulis adalah 20 tahun. Penulis patungan dengan beberapa teman di kampus karena waktu itu masih ada modal minimum Rp 10 juta untuk buka account di pasar modal. Ketika artikel ini ditulis, usia Penulis adalah 29 tahun. Jadi kurang lebih sudah 8 – 9 tahun Penulis berinvestasi di pasar saham. Penulis termasuk beruntung karena waktu itu “dipaksa” oleh teman untuk ikut patungan buka account di salah satu sekuritas. Padahal waktu tahun 2008, teknologi belum secanggih sekarang. Online trading juga belum ada sehingga kalau jual dan beli harus telpon ke sekuritas bersangkutan. Laporan keuangan pun sangat sulit diakses. Buku-buku referensi tentang saham juga masih sangat terbatas.

Bagaimana dengan Anda sekarang? Semua sekuritas rasanya sudah memiliki fasilitas Online Trading, sehingga Anda bisa melakukan transaksi di manapun dan kapanpun. Laporan keuangan dan aktivitas korporat dapat dilihat di situs www.idx.co.id. Sekarang juga banyak sekali buku-buku yang membahas tentang saham. Anda juga dapat mencari referensi lain tentang saham dari Mbah Google. Intinya, dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, memudahkan Anda untuk memulai untuk berinvestasi di pasar saham.

Lalu pada usia berapa saya harus memulai investasi? Kembali lagi jawaban saya adalah SEKARANG. Katakan saat ini umur Anda adalah di awal 20 - an. Maka Anda sangat beruntung, karena Anda memiliki WAKTU yang lebih panjang dibandingkan dengan orang-orang lain yang baru memulai investasi di awal umur 30 – an atau 40 – an. Anda berada di waktu yang paling tepat untuk memulai. Meskipun dana yang Anda miliki saat ini belum seberapa tidak menjadi masalah, karena dengan kedisplinan dalam berinvestasi, jumlah dana yang Anda miliki akan semakin besar seiring berjalannya waktu. Tokoh ternama dunia, Warren Buffett, memulai investasi pertamanya di usia 11 tahun. Ia tidak memulai investasinya langsung dengan modal miliaran dollar seperti sekarang, melainkan dengan modal yang kecil juga. Katakan Anda harus menderita kerugian di awal pun (semua investor pasti pernah mengalami kerugian), Anda kemungkinan besar tidak perlu khawatir karena masih belum memiliki tanggungan. Jadi, saya sangat merekomendasikan Anda untuk memulai sekarang.



Bagi Anda yang saat ini berusia di awal 30 -an, Anda tidak perlu berkecil hati. Anda memiliki kelebihan lain, yaitu mungkin modal yang Anda miliki sekarang sudah jauh lebih besar karena Anda sudah mapan dalam bekerja, namun Anda masih menaruh uang hasil kerja keras Anda di tabungan. Mulai sekarang, Anda bisa mengalihkan tabungan Anda dari bank ke investasi saham. Lo Kheng Hong pertama kali memulai investasi saham di awal usia 30 - an. Jadi, Anda belum terlambat sama sekali.

Demikian pula dengan Anda yang sekarang berusia di awal 40 - an, tidak pernah ada kata terlambat. Anda kemungkinan besar juga memiliki modal yang jauh lebih besar daripada orang yang berusia 30 – an, dan tentunya tingkat kedewasaan yang jauh lebih matang dalam mengolah informasi. Ini adalah modal utama Anda. Anda juga kemungkinan sudah tidak memiliki tanggungan yang terlalu besar, karena kemungkinan anak Anda juga sudah mulai bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah tidak peduli berapa usia Anda sekarang ketika baru memulai investasi saham, kita tidak bisa merubah apa yang telah lewat. Namun, kita bisa mulai mempersiapkan masa depan untuk 5 tahun atau 10 tahun ke depan, dimulai dari SEKARANG.

Satu hal lagi, jika kita melihat kondisi makro ekonomi Indonesia, sekarang ini negara kita ini sedang dalam fase tinggal landas untuk menjadi negara maju di masa depan. Hal ini sama seperti Amerika yang perekonomiannya mulai maju pesat sejak tahun 1950-an (pasca perang dunia kedua). PDB Indonesia sendiri terakhir tercatat US$ 1,866 per kapita, atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 1990, dan selama 20 tahun terakhir ini trend-nya naik terus (hanya turun sekali pada krisis 1997 – 1998, tapi di tahun-tahun lainnya termasuk 2008, cenderung naik terus). Namun, PDB US$ 1,866 per kapita itu secara relatif masih sangat rendah dibanding banyak negara-negara maju, sehingga ruang bertumbuhnya masih sangat terbuka lebar.


Jadi tunggu apa lagi? Dengan kemajuan teknologi yang memudahkan Anda untuk mempelajari saham, serta momentum yang tepat di mana Indonesia sedang dalam fase tinggal landas untuk menjadi negara maju, rasanya tidak ada alasan untuk tidak memulai investasi Anda sekarang.

Kamis, 02 Februari 2017

Investor Asing Masih Menjadi Tuan Rumah Pasar Modal Indonesia?

Pada tanggal 24 Januari 2017 yang lalu, IDX merilis berita bahwa per akhir tahun 2016 kemarin, kepemilikan investor domestik terhadap saham di BEI tercatat sebesar 45.5%, sementara kepemilikan investor asing sebesar 54.5%. Data ini menunjukkan bahwa sampai akhir 2016 kemarin, Bursa Saham Indonesia masih didominasi oleh Investor Asing. Indonesia masih belum menjadi tuan rumah di Bursa Efek Indonesia. Namun jika kita tarik data 10 tahun ke belakang, angka 45.5% tadi merupakan yang TERTINGGI selama 10 tahun terakhir. Sebelumnya, komposisi kepemilikan saham investor domestik berkisar antara 33% - 41%. Trend ini menunjukkan bahwa tahun 2016 kemarin investor domestik mulai menggesar dominasi asing di Bursa Efek Indonesia.


Grafik Komposisi Kepemilikan Investor periode 2007 – 2016 (Source: www.idx.co.id)


Apa yang menyebabkan komposisi kepemilikan investor lokal meningkat di tahun 2016? Dalam setahun terakhir, BEI banyak melakukan kegiatan mengenai edukasi dan menarik minat masyarakat awam untuk berinvestasi di saham. Banyak seminar-seminar pasar modal di kampus-kampus dan kantor, dan dikemas dengan campaign #yuknabungsaham. Melihat agresif nya edukasi dan campaign yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia, bukan tidak mungkin di tahun 2017 ini atau setidaknya beberapa tahun ke depan kepemilikian investor domestik sudah berada di atas 50%. Jumlah investor ritel lokal sendiri meningkat dari sekitar 300 ribu di tahun 2013, menjadi 550 ribu an di tahun 2016, atau HAMPIR 2x lipat dalam waktu 3 tahun. Namun, jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia sebesar 250 juta orang, maka jumlah investor saham lokal MASIH DI BAWAH 1% PENDUDUK INDONESIA.

Apa artinya? Artinya adalah potensi peningkatan jumlah investor lokal di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Kita adalah generasi awal di dunia saham investasi Indonesia, seperti halnya Warren Buffett di tahun 60 – an. Penulis sendiri sudah mulai berinvestasi di saham sejak kuliah tahun 2009. Memang butuh proses panjang untuk bisa melatih mindset dan mental untuk menjadi seorang investor. Namun, SEKARANG adalah waktu yang tepat bagi Anda yang belum memulai investasi saham.


Apabila Anda merupakan seorang Mahasiswa, Penulis sangat menyarankan untuk segera memulai investasi Anda. You have more time which most people don’t. Itu adalah asset utama Anda. Tidak masalah jika dana belum seberapa. Seperti yang Penulis ceritakan pada artikel awal, Penulis memulai investasi saham patungan dengan teman-teman kuliah di kampus. Begitu Penulis sudah mulai bekerja, baru membuka account sendiri. Apabila Anda seorang Professional, Anda juga punya asset, yaitu mungkin keuangan Anda sudah lebih baik atau mapan, Anda bisa lebih BERANI untuk menyisihkan sebagian dari gaji Anda untuk memulai investasi saham Anda. Apabila Anda seorang Ibu Rumah Tangga, Anda juga bisa menjadikan investasi saham sebagai penghasilan tambahan, atau justru menjadi penghasilan utama Rumah Tangga. Siapapun Anda, mari kita sama-sama mengambil bagian, karena kita beruntung menjadi generasi awal di dunia investasi saham Indonesia.